5 Pilihan Pasir untuk Plester Dinding, Hasil Rapi dan Tidak Mudah Retak

5 Pilihan Pasir untuk Plester Dinding, Hasil Rapi dan Tidak Mudah Retak

Hunian yang layak merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi setiap manusia. Oleh karena itu, pemilihan material bangunan yang tepat menjadi faktor penting. Khususnya dalam menciptakan hunian kuat, nyaman, dan tahan lama. Bahan baku yang sering dianggap sepele, padahal sangat menentukan kualitas akhir bangunan adalah pasir untuk plester dinding.

Ragam Opsi Pasir untuk Plester Dinding Terbaik

Plesteran dinding berfungsi sebagai lapisan perata sekaligus pelindung permukaan batu bata atau batako. Jika pasir yang digunakan terlalu kasar, kotor, serta bercampur tanah, hasil plesteran akan mudah retak. Beberapa kasus bisa memunculkan gelombang bahkan rontok tak lama setelah diaplikasikan.

Maka dari itu, tidak semua jenis pasir cocok untuk pekerjaan plester. Berikut ini akan kita bahas 5 jenis pasir terbaik dan paling halus untuk plesteran tembok. Lengkap dengan karakteristik serta gambaran kebutuhan pasir per meter persegi.

1. Pasir Beton Halus

Pasir untuk plester dinding

Pasir beton dikenal berwarna hitam pekat dengan butiran yang sangat halus dan bersih. Meskipun sering menjadi bahan baku utama saat pengecoran, pasir ini juga sangat cocok untuk plester dinding. Terutama berkat daya rekatnya yang tinggi terhadap semen.

Tekstur pasir beton tidak menggumpal saat digenggam dan cepat buyar kembali. Hal ini menandakan kandungan lumpurnya rendah. Hasil plesteran dengan pasir beton cenderung kuat, padat dan lebih awet.

Namun, untuk hasil maksimal, pasir ini tetap perlu pengayakan sebelum menggunakan lebih jauh. Pada praktiknya, perkiraan kebutuhan pasir per meter persegi sekitar 12–14 kg. Umumnya dengan rata-rata ketebalan plester 1,5 cm.

2. Pasir Pasang Ayak Halus

Selanjutnya ada pasir pasang yang memiliki tingkat kehalusan di atas pasir beton. Kendati begitu, sering kali masih mengandung kerikil kecil atau kotoran lainnya. Sehingga tetap perlu pengayakan untuk kebutuhan plester dinding.

Keunggulan pasir pasang terletak pada kemampuannya membentuk adukan super lembut. Pasir ini sering tukang pilih tukang karena mudah pengaplikasiannya. Kisaran plesteran per meter persegi umumnya memerlukan pasir pasang 11–13 kg.

3. Pasir Plester Khusus

Opsi yang tak kalah menarik adalah pasir plester. Ini memang disiapkan khusus untuk pekerjaan finishing. Pasir olahan tersebut biasanya sudah melalui proses penyaringan dari pabrik sehingga bebas dari batu, kerikil, atau kotoran organik.

Dengan tekstur sangat halus, pasir plester mampu menghasilkan permukaan tembok yang rata dan minim pori. Selain itu, penggunaannya juga lebih hemat semen karena adukan menjadi stabil dan tidak “jatuh”. Kendati begitu, harganya sedikit lebih mahal. Perkiraan kebutuhan pasirnya per meter persegi sekitar 10–12 kg.

4. Pasir Putih Bangka

Jenis pasir putih Bangka kerap jadi opsi untuk plesteran dinding premium. Warnanya putih bersih, butirannya halus dan seragam. Kualitas tersebut membuat pasir Bangka sangat mudah bercampur dengan semen. Bahkan menghasilkan plesteran super rapi serta estetis.

Keunggulan lain pasir Bangka yaitu minimnya kandungan lumpur. Hal ini membuat daya rekat adukan menjadi maksimal. Risiko retak rambut pada dinding pun bisa terminimalisir. Perkiraan kebutuhan pasir Bangka untuk plester kurang lebih 9–11 kg per meter persegi.

5. Pasir Coklat Belitung

Pasir untuk plesteran tembok yang terakhir yaitu jenis coklat Belitung. Ini banyak masyarakat gunakan karena kualitasnya stabil dan harganya relatif terjangkau. Teksturnya cukup halus serta umumnya tidak memerlukan pengayakan tambahan.

Cocok untuk plester interior maupun eksterior. Warna alaminya yang kecoklatan juga memudahkan tukang dalam mengontrol kualitas adukan saat proses pengerjaan. Perkiraan kebutuhan pasir antara 11 sampai 13 kg per meter persegi.

Pemilihan pasir untuk plester dinding yang tepat sangat menentukan kualitas akhir bangunan. Dari lima jenis pasir di atas, masing-masing memiliki keunggulan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan maupun anggaran. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan penyedia material atau tenaga ahli agar mendapatkan hasil terbaik bagi hunian impian.

Blogs
What's New Trending

Related Blogs