Tanaman Hias Penghasil Oksigen, Segarkan Udara dan Percantik Ruangan
Tumpukan pekerjaan dan tekanan deadline sering menuntut fokus yang tinggi. Suasana kerja yang sejuk dan udara bersih membantu menjaga konsentrasi agar tetap optimal. Tanaman hias penghasil oksigen tinggi menjadi solusi alami untuk menyegarkan ruangan sekaligus mempercantik area kerja.
Pilihan Tanaman Hias Penghasil Oksigen
Tanaman penghasil oksigen menjadi pilihan alami untuk menciptakan suasana rumah yang lebih segar, nyaman, dan sehat. Selain mempercantik interior, tanaman membantu meningkatkan kualitas udara dengan menghasilkan oksigen serta menyerap karbon dioksida.
Beberapa jenis bahkan dikenal sebagai tanaman penghasil oksigen terbanyak dan memiliki kemampuan menyerap CO2 dalam jumlah tinggi sehingga cocok ditempatkan di ruang keluarga, kamar tidur, maupun area kerja. Menariknya, sejumlah tanaman tetap menghasilkan oksigen pada malam hari. Kemampuan ini membantu menjaga kualitas udara dalam ruangan meski tanpa paparan sinar matahari.
Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa tanaman seperti lili paris, sirih gading, dan krisan mampu membantu mengurangi polutan udara yang berkaitan dengan risiko gangguan pernapasan, penyakit jantung, hingga kanker. Selain manfaat kesehatan, tanaman penghasil oksigen juga berfungsi sebagai elemen dekorasi yang menarik.
Penempatannya dapat menggunakan pot estetik, vas kaca, atau rak tanaman khusus untuk menciptakan tampilan ruangan yang lebih hidup dan rapi. Kehadiran tanaman hijau juga mendukung suasana yang lebih tenang sehingga membantu meningkatkan kenyamanan dan kesehatan mental penghuni rumah.
Dengan perawatan yang relatif mudah, tanaman penghasil oksigen menjadi solusi praktis untuk mempercantik hunian sekaligus menjaga kualitas udara sepanjang hari. Berikut beberapa pilihan tanaman populer yang efektif menghasilkan oksigen dan mudah dirawat di dalam rumah.
1. Lili Paris (Chlorophytum comosum)

Lili Paris atau Chlorophytum comosum merupakan tanaman hias penghasil oksigen yang populer untuk area dalam rumah. Daunnya ramping dengan corak putih di bagian tepi sehingga tampil menarik sebagai dekorasi.
Selain menghasilkan oksigen, tanaman ini membantu menyerap formaldehida dan xylene yang sering berasal dari cat dinding maupun furnitur. Perawatannya juga mudah karena hanya memerlukan penyiraman sekitar 2 kali dalam seminggu.
2. Lidah Mertua (Sansevieria)
Lidah mertua atau Sansevieria terkenal sebagai tanaman penghasil oksigen siang dan malam. Tanaman ini tetap melakukan proses pertukaran gas saat malam hari sehingga sering ditempatkan di kamar tidur.
Penelitian dari Universitas Naresuan, Thailand, menunjukkan bahwa lidah mertua mampu menyerap karbon dioksida hingga 0,49 ppm/m³ pada ruangan tertutup. Selain itu, tanaman ini membantu menyaring formaldehida, benzena, xilena, dan trichloroethylene.
3. Sirih Gading (Epipremnum aureum)
Sirih gading (Epipremnum aureum) menjadi pilihan favorit karena mudah tumbuh pada media tanah maupun air. Tanaman merambat ini cocok ditempatkan pada rak, pot gantung, atau vas kaca untuk mempercantik ruangan.
Kemampuannya menyerap benzena, toluena, formaldehida, karbon monoksida, dan xilena membuat kualitas udara lebih baik. Bahkan, tanaman ini tercatat mampu menyerap karbon dioksida hingga 17,10%.
4. Palem Bambu (Chamaedorea seifrizii)
Palem bambu atau Chamaedorea seifrizii sangat cocok untuk menciptakan suasana rumah yang lebih sejuk dan asri. Tanaman hias penghasil oksigen ini mampu membantu mengurangi polutan seperti formaldehida, benzena, karbon monoksida, dan xilena.
Selain menghasilkan oksigen, palem bambu berperan sebagai pelembap alami yang menjaga kenyamanan udara dalam ruangan. Ukurannya yang cukup besar menjadikannya ideal untuk ruang tamu atau area dekat jendela.
5. Peace Lily (Spathiphyllum)

Peace lily (Spathiphyllum) memiliki bunga putih yang elegan dan cocok sebagai elemen dekorasi rumah. Tanaman ini membantu menyerap polutan udara seperti amonia, formaldehida, benzena, dan xilena sehingga udara terasa lebih bersih. Keunggulan lainnya, peace lily mampu tumbuh baik pada area dengan pencahayaan rendah. Kehadirannya juga sering dikaitkan dengan suasana yang lebih tenang dan nyaman.
6. Krisan (Chrysanthemum morifolium)
Krisan atau Chrysanthemum morifolium termasuk tanaman dengan kemampuan menghasilkan oksigen yang tinggi. Berdasarkan penelitian NASA, bunga krisan mampu menghilangkan hingga 76.931 mikrogram benzena dari udara dalam waktu 24 jam.
Tanaman ini juga efektif menyerap formaldehida, xilena, dan amonia yang dapat menurunkan kualitas udara. Warna bunganya yang beragam membuat ruangan terlihat lebih hidup dan segar.
7. Karet Hias (Ficus elastica)

Karet hias (Ficus elastica) memiliki daun besar mengilap yang memberikan kesan elegan pada interior rumah. Tanaman ini membantu meningkatkan kualitas udara dengan menyerap karbon monoksida, formaldehida, dan trichloroethylene.
Daunnya yang lebar juga mendukung proses penyerapan karbon dioksida secara optimal. Perawatannya relatif mudah karena mampu beradaptasi pada area dengan cahaya tidak langsung dan kebutuhan air yang tidak terlalu banyak.
Nah itu tadi merupakan beberapa jenis tanaman hias penghasil oksigen yang bisa Anda manfaatkan sebagai salah satu dekorasi untuk rumah. Yuk, kita mulai menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih mulai dari hunian!
Klik di sini untuk memasang iklan properti Anda! Temukan informasi properti menarik lainnya hanya dengan mengunjungi wina.co.id.

