Mengenal Pipa PPR untuk Instalasi Air Panas dan Dingin di Bangunan

Mengenal Pipa PPR untuk Instalasi Air Panas dan Dingin di Bangunan

Di dunia konstruksi modern, sistem perpipaan memegang peranan vital dalam mendukung kenyamanan serta fungsi sebuah bangunan. Baik itu hunian, perkantoran, rumah sakit, hotel, maupun fasilitas industri, instalasi plumbing harus dirancang dengan material bangunan terbaik. Salah satu solusi unggulan untuk instalasi tersebut adalah pipa PPR.

Memahami Apa Itu Pipa PPR?

Bagi yang belum tahu, PPR adalah jenis pipa plastik yang terbuat dari bahan Polypropylene Random Copolymer. Sebuah hasil pengembangan dari material polypropylene generasi sebelumnya (PP-H dan PP-B).

Pipa ini hadir secara khusus untuk sistem distribusi air bersih, termasuk air dingin maupun panas bertekanan. Berbeda dengan pipa plastik konvensional, struktur molekul PPR tersusun secara acak, sehingga menghasilkan material yang lebih fleksibel, kuat, sekaligus tahan terhadap suhu ekstrem.

Proses pembuatannya sendiri berlangsung dengan metode extrusion. Di mana, granul bahan baku PPR perlu melewati tahap pemanasan hingga meleleh. Kemudian, diekstrusi melalui cetakan berbentuk silinder sesuai diameter yang diinginkan.

Jika sudah, pipa melewati pendinginan secara bertahap agar bentuk maupun ketebalannya stabil. Untuk jenis PPR tertentu, umumnya perlu proses tambahan dengan pelapisan fiber atau aluminium sebagai penguat. Setelah melalui proses pendinginan dan pemotongan, pipa PPR juga akan melewati tahap quality control agar hasilnya sesuai standar internasional.

Karakteristik PPR yang Kian Membuatnya Menarik

Di samping fleksibel dan tahan terhadap suhu ekstrem hingga 95°C, PPR juga memiliki sejumlah karakteristik yang menjadikannya semakin menarik. Beberapa karakter tersebut antara lain:

1. Tidak Beracun (Food Grade)

Seperti telah tertera sebelumnya, PPR terbuat dari material Polypropylene Random Copolymer yang aman. Material ini tidak mengandung zat berbahaya. Bahan ini juga tidak melepaskan senyawa kimia beracun ke dalam air yang mengalir di dalamnya.

Karena sifatnya yang food grade, pipa PPR aman untuk distribusi air minum. Kualitas air tetap terjaga dari bau, rasa, maupun perubahan warna.

2. Tahan Korosi dan Lumut

Selanjutnya, PPR tidak mengalami korosi seperti pipa logam karena materialnya tidak bereaksi dengan air maupun udara. Permukaan bagian dalam pipa sangat halus, sehingga mencegah terbentuknya endapan maupun kerak.

Kondisi ini membuat pertumbuhan lumut serta mikroorganisme lain menjadi sangat minim. Aliran air pun tetap lancar dan bersih.

3. Tahan terhadap Zat Kimia Ringan

Material PPR memiliki ketahanan cukup baik terhadap berbagai zat kimia ringan yang umum terdapat dalam air. Pipa tidak mudah rusak meskipun air yang mengalir mengandung mineral atau bahan kimia tertentu. Sifat itulah yang menjadikan PPR cocok untuk instalasi rumah tangga maupun bangunan komersial.

4. Sambungan Kuat dan Antibocor

Secara umum, sambungan PPR dirancang untuk menghasilkan kekuatan yang setara dengan material pipa itu sendiri. Metode penyambungan menggunakan teknik heat fusion atau pemanasan antara pipa dan fitting hingga melebur.

Proses ini menghasilkan sambungan homogen tanpa celah. Karena tidak menggunakan lem atau karet, risiko kebocoran menjadi sangat kecil.

Setelah tersambung dengan benar, titik sambungan tidak menjadi titik lemah dalam sistem instalasi. Hal itu akan mengurangi risiko kebocoran yang sering terjadi pada jenis pipa lain.

5. Usia Pakai Panjang

Terakhir, pipa PPR dirancang untuk penggunaan jangka panjang dengan tingkat keausan sangat rendah. Dalam kondisi penggunaan normal, pipa dapat bertahan lebih dari 50 tahun. Hal ini membuat PPR lebih ekonomis dalam jangka panjang karena minim perawatan maupun penggantian.

Jenis-jenis PPR dan Aplikasinya

Di pasaran, PPR tersedia dalam beberapa jenis berdasarkan kelas tekanannya. Pemilihan jenis pipa harus tepat sesuai kebutuhan sistem instalasi agar performa tetap optimal. Berikut varian yang perlu dipahami supaya tidak salah pilih.

1. PPR PN10

Pipa PPR PN10 merupakan jenis yang dirancang untuk instalasi air dingin dengan tekanan rendah. Produknya umum pengguna pakai pada sistem distribusi air bersih tanpa beban tekanan tinggi dan tanpa paparan suhu panas. Misalnya, instalasi air dingin di rumah tinggal satu lantai atau jaringan air bersih dari tandon ke titik kran.

2. PPR PN16

PN16 hadir untuk menahan tekanan sedang dan dapat berfungsi untuk air dingin maupun hangat. Jenisnya memiliki ketebalan dinding lebih besar daripada PN10.

Cocok untuk instalasi air bersih rumah tinggal bertingkat, perumahan, serta gedung komersial skala kecil. Selain itu, juga aman untuk distribusi air hangat dari sistem pemanas bersuhu sedang di kamar mandi.

3. PPR PN20

Berikutnya, ada tipe PPR PN20, merupakan jenis yang paling umum untuk instalasi air panas dan dingin bertekanan tinggi. Pipa ini mampu menahan suhu air hingga sekitar 95°C dengan tekanan kerja stabil. Ideal untuk sistem air panas dan dingin di hotel, apartemen, rumah sakit, hingga gedung perkantoran dengan penggunaan intensif.

4. PPR PN25

Terakhir, yaitu PPR PN25 sebagai jenis dengan kelas tekanan tertinggi. Biasanya, memiliki lapisan penguat berupa fiber atau aluminium untuk mengurangi pemuaian akibat suhu tinggi. Ideal di sistem pemanas air terpusat pada bangunan industri.

Secara keseluruhan, pipa PPR merupakan solusi modern yang pas untuk instalasi air panas dan dingin pada bangunan. Menggunakan, material berkualitas, proses pembuatan presisi, serta karakteristik unggulan, produknya menawarkan efisiensi sekaligus keandalan jangka panjang. Oleh karena itu, penggunaannya layak menjadi investasi tepat dalam pembangunan masa kini maupun masa depan.

Blogs
What's New Trending

Related Blogs